Mengejar Kesempurnaan Di Awal adalah Langkah Menuju Kegagalan

Mengejar Kesempurnaan Di Awal adalah Langkah Menuju Kegagalan

Kamis, 18 Februari 2021, Februari 18, 2021


                                                           (Sumber: kresnagaluh.com)

Sebuah karya yang baik adalah karya yang sempurna. Baik itu karya yang di hasilkan oleh manusia maupun karya ciptaan tuhan yang telah menciptakan alam semesta yang begitu sempurna.

Lalu kenapa saya menyebutkan bahwa kesempurnaan adalah awal dari langkah kegagalan. Hmm,, jangan prasangka dulu yah, jangan hakimi saya ini sebagai manusia yang tidak bersyukur...

 

Karena kita ini adalah mahluk tuhan yang yang paling sempurna. Ok sebagai mahluk tentu tidak bisa di bandingkan dengan sang penciptanya. Nah disinlah letak perbedaannya itu sendiri.

 

Jika tuhan menciptakan kita langsung sempurna, tidak ada lagi yang namanya hasil coba-coba. Berbeda dengan hasil karya yang di hasilkan oleh manusia itu sendiri. Tentu setiap hasil karya manusia yang di katakan sempurna atau mendekati sempurna itu hanyalah akhir dari sebuah proses yang panjang yang penuh dengan kegagalan.

 

Masih ingat kan Sir Thomas Ala Edison untuk menghasilkan sebuah karya yang sempurna harus menempuh dulu 1000 kali percobaan dalam menemukan penemuannya yang luar biasa itu, yakni bola lampu pijar. Selanjutnya kita juga mengenal salah satu Presiden Terbesar Amerika Serikat, Abraham Lincoln.

 

Untuk menjadi Presiden Lincon harus terlebih dahulu mengalami berbagai kegagalan dalam pencalonannya. Tanpa adanya upaya dan percobaan yang berulang belum tentu menjadi Presiden yang jasa,  nya sangat besar bagi Bangsa Amerika hingga menjadi Negara Adidaya seperti sekarang.

 

Kesempurnaan tidak datang tiba tiba, tapi memerlukan tempaan dan percobaan terlebih dahulu sehingga menjadi penyempurna dari hasil kerja sebelumnya.  Demikian halnya  dalam mempelajari sesuatu, atau dalam hal berkarya.

 

Terkadang kesalahan-kesalahan awal justru yang dapat membuatnya menghasilkan yang sempurna di akhir, bukan sebaliknya mengejar kesempurnaan terlebih dahulu tapi tidak melakukan apa apa justru akan menghasilkan kegagalan.

 

Zig Ziglar mengatakan, apapun yang layak dilakukan, layak di lakukan salah pada awalnya. Sehingga seiring dengan jalannya waktu anda dapat menghasilkan yang lebih baik.

 

Sebuah  penelitian yang menarik yang di dilakukan di sebuah fakultas Seni. Sang profesor berkata  kepada mahasiswa nya, ini adalah tanah liat dan alat untuk membuat guci. Buatlah guji yang paling sempurna yang dapat anda buat. Kemudian profesor mengunjungi kelas sebelah dan memberikan tanah liat dan alat untuk membuat guci, namun kali ini professor berkata buatlah guci sebanyak-banyaknya.

 

Seminggu kemudian, profesor memeriksa kerjaan mereka. Bagaimana menurut anda? Bagaimana dengan kelompok pertama yang diminta membuat guci yang sempurna? Bagaimana dengan kelompok kedua yang diminta membuat guci sebanyak-banyaknya?

 

Ternyata setelah seminggu kelompok pertama belum menghasilkan satu guci pun. Karena mereka terus memikirkan dan mengumpulkan data untuk menghasilkan guci yang sempurna.

 

Pelajaran yang kita dapatkan adalah jika kita berfikir untuk melakukan sesuatu sempurna di awal, maka itu akan menghambat kita dalam menguasai skill apapun.

 

TerPopuler