Pengalaman Cuan Pertama, Investor Ndeso

Pengalaman Cuan Pertama, Investor Ndeso

Kamis, 28 Januari 2021, Januari 28, 2021
sumber: (cnbcnews)

Bismillah...tahun 2021 telah tiba,  Saatnya merubah mindset kita. 

Jika kita menuruti gaya hidup maka uang berapapun sebulan tak akan cukup. 

Begitu sebaliknya,  jika kita menyukuri yang kita miliki maka Allah akan mencukupkan kebutuhan dari yg kita miliki tersebut. 

Kini saatnya kita belajar bagaimana mengelola uang kita,  agar uang yang kita miliki bisa beranak pinak sendiri yang selanjutnya uang bekerja untuk kita,  bukan sebaliknya kita terus kerja hanya untuk mencari uang. 

Untuk mewujudkan itu caranya hanya satu yakni investasi. 

Masalahnya masyarakat kita sudah jenuh dengan yang berbau investasi.  Investasi bodong,  penipuan,  money game,  arisan berantai dan lain sebagainya.  

Ujung ujungnya tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban dan selanjutnya apriori ketika mendengar bahasa investasi
.  Termasuk penulis juga,  di awal 2020 sempat tergiur oleh beberapa model bisnis yang menawarkan keuntungan besar.  Tapi ujung ujungnya zonk juga. 

Lalu investasi mana yang aman,  legal dan menguntungkan ?

Hari gini masih kena tipu?

Hmm...stop.deh..!!! 

Ga zamannya lagi masih jadi korban investasi bodong. 

Sekarang udah 2021 bro.. 

Okelah 2020, masih jadi korban perahan para pelaku penipuan berkedok investasi. 
Kini saatnya kita mandiri,  saatnya berinvestasi di tempat yang tepat legal,  aman dan menguntungkan. 

Oya,  dari sekian banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan atau bisnis berkedok investasi.  Maka tidak bisa di pungkiri sebagian besar justru berasal dari pedesaan. 

Nah pada kesempatan inilah,  penulis ingin berbagi sedikit pengalaman.  Awal mula mulai terjun ke dunia pasar modal. 

Pada bulan juli 2020 penulis mencoba membuat blog ini sekaligus youtube.  Awalnya sih mau fokus di bidang pariwisata. 

Dengan tujuannya adalah bagaimana kita sebagai orang desa bisa bangga tinggal di desa.  Punya rejeki kota dan bisnis mendunia. 

Hanya saja waktu itu penulis belum punya konsep yang riil terkait pola mendapatkan penghasilan ala orang kota dengan harus tetap tinggal di desa. 

Yang ada di konsep awal adalah penulis akan menjadi youtuber,  lalu keliling Indonesia khususnya mengunjungi dan sharing terkait inovasi di bidang pariwisata tentang desa.  

Ketika tanggal 4 Agustus 2020,  penulis tak sengaja iseng untuk mencari atau mengetik crazy rich Indonesia di kanal pencarian youtube. 

Setelah pencarian ketemu,  munculah video dengan judul Crazy Rich Indonesia.  Tanpa pikir panjang penulis langsung putar video tersebut. 

Awalnya sempat kaget,  ko yang muncul bukan nama-nama beken seperti yang biasa menghiasi majalah forbes.  Sebagai rujukan  barometer kekayaan para konglomerat Indonesia. 

Seperti: Hartono bersaudara sang pemilik Bank  BCA dan perusahaan Rokok Jarum Super , Salim Group, Chairul Tanjung, Sandiaga Uno dan lain sebagainya. 

Justru yang muncul waktu itu adalah nama yang langka bagi telinga orang Indonesia,  termasuk penulis sendiri. 

Ya sosok Crazy Rich yang di maksud adalah Lho Keng Hong.  Bagi penulis sendiri jelas merupakan sosok yang tidak pernah mendengar sebelumnya. 

Masih dalam video tersebut di ceritakan mengenai profil Lho Keng Hong (LHK).  Adalah seorang dengan Aset 2,5 Triliun.  Tetapi tidak punya kantor dan tidak punya karyawan. 

Kerjaanya hanya duduk di taman lalu membaca koran selama 6 jam setiap harinya.  Orang se kaya itu pun hanya punya 1 sopir dan 2 asisten Rumah Tangga. 

Satu Rumah, satu mobil dan dua Villa satu di puncak dan satunya lagi di tepi pantai.  Selebihnya adalah dalam bentuk saham di pasar modal. 

Tidak cukup dengan satu video,  selanjutnya penulis ketik langsung nama Lho Keng Hong,  yang muncul di halaman depan adalah sebuah seminar investasi saham dengan LKH sebagai Narasumber utama di seminar tersebut. 

Dari video yang kedua inilah pelajaran pertama penulis dapatkan dengan belajar saham langsung dari legenda hidup pasar modal Indonesia selama dua jam full, bahkan terkadang di ulang ulang lewat video seminar tersebut. 

Hingga kini Januari 2021, tak terasa sudah enam bulan penulis melakukan kegiatan jual dan beli saham.  

Akhirnya di bulan Januari ini juga,  penulis sempat merasakan nikmatnya cuan.  Tidak tanggung tanggung mencapai 137% dari saham Bank Syariah Indonesia atau yang sebelumnya adalah BRI Syariah dengan kode BRIS. 

Saham BRIS adalah saham pertama yang penulis beli saat itu pada tanggal 5 Agustus 2020 dengan harga Rp 550 per lembar.  Meskipun saat itu belum ada kabar bahwa saham syariah milik BUMN akan merger. 

Namanya juga baru belajar,  ketika naik dari 550 menjadi 630 per lembarnya penulis langsung tergoda.  Dan akhirnya saham pertama itu langsung di jual seminggu kemudian.  


Padahal di Januari 2021 ini,  saham BRIS sempat menyentuh harga Rp 3770 per lembar.  Hmm berapa persen kenaikannya dari 550 menjadi 3770?


Ok deh,  penulis bantu menghitung.  Jadi dari 550 menjadi 3770 adalah  680 %.   Bayangkan jika saat itu investasi 10.000.000 maka 6 bulan kemudian menjadi 68.000.000. 

Hmm.. Gampang aja,  itu kan cuma angan angan. 

Apakah penulis bohong? 
Buat apa penulis bohong,  hitung hitungan itu adalah real.  Hanya saja pengalaman penulis dari harga 550 di jual pas harga baru 630. 

Lalu masuk lagi di harga 1500 an.  Antara 1500 hingga 3770 , itulah real yang penulis alami.  

Hmm sungguh luar biasa,  baru kali ini mendapatkan keuntungan yang nyata di bandingkan dari berbagai pengalaman bisnis lain yang umumnya boncos. 

Oya,  mungkin yang penulis alami ini barulah keberuntungan penulis. Kebetulan saham BRIS mengalami peningkatan yang signifikan semenjak adanya kabar merger dari bank bank syariah BUMN. 

Adanya sentimen positif dari kabar mergernya Bank BNI Syariah,  Bank Mandiri Syariah dan Bank BRI Syariah. Dengan emiten yang survive BRIS.  Menjadi Bank Syariah Indonesia atau BSI,  Bank induk inilah yang bakal menjadi Bank Syariah Terbesar di Indonesia. 

Bahkan BSI ini masuk ke dalam 10 besar Bank Syariah Dunia. Hmm sungguh membanggakan menjadi bagian dari sejarah kebangkitan perbankan syariah di Indonesia. 

Demikian sharing ini,  semoga bermanfaat dan menginspirasi bahwa 2021 adalah tahun kita.  Yakin dan percaya kita akan sampai pada titik yang kita inginkan. 

 Kita yang memilih dan Alloh yang menentukan.  Apapun keputusan Alloh itu yang terbaik buat kita.  Salam sukses selalu dari Investor Ndeso.. ..








 





  










 




Bagi yang ingin menambah penghasilan.  

TerPopuler