Mengenal KOMPAS GALUH, Komunitas Saham di Ciamis

Mengenal KOMPAS GALUH, Komunitas Saham di Ciamis

Senin, 04 Januari 2021, Januari 04, 2021

                                      (Sumber Fhoto: goodnewsfromIndonesia.id)

Salam hangat sahabat sekalian, kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang sebuah komunitas saham yang ada di Kota saya.


Komunitas ini namannya KOMPAS GALUH, yang merupakan singkatan dari Komunitas Pelaku Saham Galuh. Galuh sendiri merupakan sebutan lain bagi orang yang tinggal di Tatar Galuh atau Kabupaten Ciamis, Jawa barat.


Berikut ceritannya:

Bermula dari iseng mempostingkan referal aplikasi ajaib sekuritas di status WA. Pada tanggal 5 Agustus 2020, tidak lama kemudian berderinglah telepon dari sahabat lama yang hanya pernah ketemu sekali itu pun tak sengaja kebetulan sama-sma ditunjuk menjadi pimpinan sidang dalam kegiatan Musda KNPI Ciamis pada tahun 2018.

 

ARH: "Halo mas, sudah lama main saham?" sapaan pertama langsung to the point.

UBS: 'Ha ha, ini juga baru daftar bikin RDN.

ARH: “ Udah nanti kita kopdar, kebetulan saya ada temen yang juga main saham. Bahkan beliau sudah cuan besar. Pokoknya Beliau analisa nya sudah jago. Nanti saya ajarin ilmunya”.

UBS: “Ok bro. Siap, sampai ketemu bro”.


Singkat cerita, setelah kontak via telepon tersebut setiap malam selasa dan jumat kita kopdar.


Kebetulan bulan Agustus tersebut, saya masih fokus bikin konten di Youtube. Meskipun kita beberapa kali ketemu. Saya baru berani membeli 1 saham. Dan saham pertama saya waktu itu adalah BRIS (Bank Syariah ), dengan harga Rp. 550 per lembar. Atau per 1 lot (batas pembelian minimal saham) adalah 100 lembar.


Jadi jika saya beli saham BRIS seharga 550, berarti saya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 55 Ribu.

Dari pengalaman pertama ini saya pun mengambil kesimpulan,

Pertama; Ternyata saham itu tidak se mahal yang kita bayangkan sebelumnya.

Kedua; Memiliki saham ternyata tidak sesulit sebelumnya juga.

Waktu itu sahabat ARH ini setiap pertemuan selalu memberi motivasi, salah satu motivasinya adalah agar saya berhenti dulu bikin vlog karena membaut saya tidak fokus.


Selain motivasi tersebut, sahabat ARH juga memberi semacam pakem atau teori. Salah satu teori yang masih teringat di benak saya.


“Bahwa beli saham itu tidak akan rugi, jika kita beli saham lalu harganya naik maka kita pasti sudah untung. Jika kita beli saham lalu harganya turun, maka biarkan saja hingga harganya kembali naik lalu baru kita jual. Dengan begitu, bisnis di saham ternyata kita hanya dapat untung tidak pernah atau tidak ada ruginya”. Demikian teori awal yang di sampaikan sahabat ARH ini.

 

Teori berikutnya yang pernah di kasih oleh sahabat ARH yakni, dalam satu emiten kita harus koleksi saham 3 lot atau kelipatannya dari 3.

Jika untung 1-10% maka kita jual 1 lot. Jika untung 11-20% maka kita jual 2 lot. Jika untung diatas 20% maka bisa kita jual 3 lot atau semuanya.


Selama bulan agustus hingga pertengahan september pakem ini sempat saya pakai dan bahkan saya share kan ke teman-teman saya yang lain. Dengan bekal kedua teori tersebut kadang saya bercerita ke orang orang bahwa bisnis saham ternyata sangat sederhana dan bisa di lakukan dari rumah.


Sebenernya teori tersebut tidak berdasar pada ilmu yang sebenarnya tentang dunia saham. Tapi ada benarnya juga, jujur saya akui hal inilah yang membuat saya masih bertaham hingga sekarang.


Hingga akhirnya saya bergabung di Grup WA KOMPAS Galuh bertemu dengan rekan lain selain ARH. Wawasan seputar Dunia saham bertahap mulai bertambah.


Terutama dengan adanya informasi yang di berikan oleh sesepuh Bapak HD, yang secara praktek sudah pernah mendapatkan profit hingga 300% bahkan masih terus berjalan hingga tulisan ini di buat.


Setelah 3 bulan bersama di Grup, sering kali kita ngopi bareng maupun sekedar kopdar seputar saham. Bagi saya yang masih sangat awam ini, adanya komunitas seperti ini sangat lah membantu.


Dari perjalanan ini, ada beberapa hal positif yang dapat saya sampaikan melalui tulisan ini. Diantaranya sebagai berikut:


1.   Dengan adanya komunitas ini maka selalu termotivasi atas apa yang di peroleh dari sesama anggota lain. Dari sana kita bisa bertanya langsung apa yang menjadi alasan kenapa mengambil saham tertentu.


2.  Dengan komunitas ini, menuntut kita untuk belajar sambil praktek bukan sekedar teori.


3.  Tentunya bisa belajar dari pengalaman anggota lain. Baik terkait keputusan yang menguntungkan maupun adanya keputusan yang di ambil secara emosional.


4.     Komunitas yang kecil dan saling berdekatan memungkinkan kita sering bertemu dan berbagi pengalaman yang sangat menarik, di bandingkan sekedar ikut grup yang anggotanya ratusan atau bahkan ribuan.


5.   Kesamaan cita-cita dalam menuju kesuksesan di dunia saham, membuat kita seperti sedang duduk di bangku yang sama dalam sebuah kelas pembelajaran. Dengan suasana pembelajaran yang menarik dengan selingan canda tawa antar sesama anggota komunitas.


Sisi lain yang tidak kalah menarik dari komunitas ini adalah, anggota yang hanya berjumlah 10 orang. Memungkinkan untuk terus berinteraksi dan membandingkan perkembangan portofolio antara satu dengan yang lainnya.


Hal ini supaya benar-benar fokus untuk pertumbuhan dan perkembangan anggota yang ada. Tidak perlu lagi untuk membuka anggota baru yang harus dari awal lagi memberikan pemahaman tentang dunia saham.


Berdasarkan pengalaman saya, memang betul semakin kita masuk ke dunia pasar modal ini. Saya merasa ternyata dunia pasar modal tidaklah se sederhana dugaan di awal. Tapi masih sangat banyak yang harus di pelajari, tapi justru semakin menarik karena setiap hari kita belajar tentang ilmu baru yang terus berkembang secara dinamis.


Komunitas ini untuk sementara tidak membuka anggota baru, kecuali jika diantara anggota ingin membentuk cluster komunitas lain. Seperti yang juga saya jalankan selama ini, bahwa selain komunitas tersebut saya juga membuat komunitas yang lebih besar lagi melalui grup Telegram.


Jadi bagi yang ingin mengenal dunia pasar modal bisa bergabung di komunitas saya melalu kanal Telegram berikut, https://tinyurl.com/y3xtfesv yang tentunya tidak membatasi baik jumlah maupun lokasi tinggal dimanapun.


Tentunya ilmu yang saya dapatkan dari Komunitas Kompas Galuh, bisa saya share ke Komunitas Telegram tersebut. Selain dari hasil seminar, buku, maupun pelatihan yang saya ikuti di tempat lain.


Akhirnya yang saya tekankan adalah, silahkan membentuk komunitas kecil di kota masing-masing atau kampung halaman seperti Kompas Galuh. Karena pengalaman yang saya dapatkan dengan adanya komunitas seperti ini sangatlah banyak dan positif.


Ibarat kita sebagai sesama pelajar yang sedang sekolah, lalu kita punya teman belajar kelompok. Disinalah kita akan terus berkembang. Dan bebas berekspresi, misalnya saya ingin menjadi the next Sandiaga Uno, Lo Keng Hong, Atau ingin jadi Komisaris di PT Garuda Indonesia atau mimpi lain tentunya terserah kita.


Setelah 4 bulan berlalu saya tidak membuat video di youtube, bahkan sudah ada 20 konten yang sempat di rekam di awal bulan september, tp belum pernah di upload. Di awal 2021 ini, baru saya akan kembali  menghidupkan chanel youtube, tentunya dengan tema video sesuai dengan tema sekarang yakni belajar tentang saham.


Akhirnya, Saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada sahabat ARH yang telah memperkenalkan saya dengan sahabat -sahabat lainnya di Kompas Galuh. Kalian adalah inspirasi bagi saya untuk terus maju dan berjalan, setahap demi setahap menuju mimpi yang terlihat jelas di ujung jalan. Kuncinya tinggal saya konsisten atau tidak. Semoga di mudahkan kedepannya aamiin.


Yakin dan percaya, jika kita istiqomah maka suatu saat nanti kita akan ketemu jalan terbaik yang menurut kita paling asyik dalam menjalankan bisnis di pasar modal ini. Sekian, catatan tentang komunitas ini semoga bermanfaat bagi anda sekalian. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya. 

Wassalam.

 

 

 

 

 

 

 

 


TerPopuler