Orang Desa Harus Bangga menjadi Investor Ndeso (Bagian 1)

Orang Desa Harus Bangga menjadi Investor Ndeso (Bagian 1)

Selasa, 03 November 2020, November 03, 2020

 

                                                    (Sumber Fhoto: Warta Ekonomi)                         


Jika melihat judul tulisan ini maka siapapun anda tentu akan bertanya tanya, memang ada yang di sebut investor ndeso?


Ya betul pikiran anda pasti akan hanya terfokus pada kata yang pertama, yakni investor. Hmm ya iyalah bahasa investor sih udah familiar bagi sebagian besar orang di Indonesia bahkan di dunia.


Apalagi kata investor kan dengan mudah dapat di artikan sebagai orang yang berinvestasi. Atau dalam Bahasa inggris pun istilah investor juga mempunyai makna yang tidak jauh berbeda.


Lalu apa pentingnya kata investor di pasangkan dengan kata ndeso, hmmm…dasar ndeso!!!!


Mungkin sebagian juga sudah familiar dengan kata ndeso tersebut. Tapi saya yakin anda masih belum habis pikir, ko mau maunya penulis menyandingkan istilah investor dengan ndeso …


Ga salah nih orang? Mungkin itu salah satu kata-kata yang bisa saja keluar dari pikiran anda atau orang lain yang melihat judul tulisan ini. 


Bukan kah kata ndeso sepertinya punya konotasi yang negatif. Atau mungkin diantara pembaca ada yang pernah mendengar perihal kasus anak Presiden, yakni Mas Kaesang yang di laporkan ke Polisi gara-gara menyebutkan istilah ndeso di kanal Youtube nya.


Bagi yang penasaran boleh deh langsung tanya ke mbah google, ketik aja kata “ndeso”, pasti yang muncul seputar kasus Kaesang Pangarep yang sempat viral setelah sang anak presiden tersebut menyinggung kata “dasar ndeso” pada tanggal 27 Mei 2017 lalu.


Nah disini sih penulis ga akan membahas kata ndeso yang bisa di maknai dengan candaan atau ejekan. Atau mungkin di tujukan kepada komunitas tertentu yang di maksudkan untuk mengecap bahwa seseorang itu kampungan.


Okelah, kembali ke judul awal tulisan ini tadi yah. Kata Investor Ndeso yang ingin penulis ungkapkan disini bukanlah di tujukan untuk maksud mengejek atau mencandai seseorang atau komunitas tertentu.


Seperti yang biasa di pakai sebagai bahan candaan yang biasa di bawakan oleh komedian Tukul Arwana ketika menjadikan anak buahnya sebagai bahan candaan.


Sederhana saja, penulis ingin menyebutkan bahwa Investor Ndeso ini adalah orang desa yang berinvestasi.  Sangat sederhana dan jelas bukan, makna dari judul tulisan diatas.


Sampai disini mungkin diantara anda, ada yang mulai mengambil kesimpulan…”ya ya ya…kalau ini sih ya biasa saja lah”. 


Namanya juga investasi, siapa saja bisa melaksanakan investasi. Investasi itu kan menyerahkan modal kita untuk membeli aset lalu di kembangkan sehingga aset ini bernilai lebih besar di waktu yang berbeda.


Eit, tapi ntar dulu,…sebelum anda menghakimi bahwa investor ndeso adalah hanya orang ndeso yang berinvestasi seperti misalnya orang desa yang berinvestasi dengan membeli hewan ternak yang kemudian setelah di beli lalu di besarkan . Ketika tiba musim hari raya kurban lalu hewan tersebut di jual dan orang yang jual hewan itu mendapat keuntungan dari jual beli hewan tersebut. 


Atau orang desa yang punya uang lebih lalu membeli rumah, sawah atau tanah, setelah dua tahun atau lebih property itu di jual dan orang tersebut mendapatkan keuntungan dari jual aset tersebut. Pemaknaan dari dua contoh tersebut tidak lah salah, namun yang penulis maksud disini bukan lah investasi model seperti hal tersebut yang sudah biasa di lakukan oleh orang desa.


Disinilah yang beda, bahwa investor ndeso yang penulis maksudkan tidak lain adalah orang ndesa yang berinvestasi saham di pasar modal.

Oh begitu,…..ya ya ya…


Sampai disini sebagian mungkin ada yang sudah mulai paham. Namun tidak menutup kemungkinan, bahwa diantara anda juga masih ada saja yang berfikir, “ah tidak mungkin orang desa berinvestasi saham di pasar modal”.


Pasar modal itukan hanya milik orang kota, yang punya modal miliaran atau bahkan triliunan. Ya kan…ya kan…!!! Keukeuh….anda mulai membuat asumsi sendiri…


He he…disinilah, sebagian besar orang Indonesia masih banyak yang belum paham dengan pasar modal. 

Jangan-jangan anda salah satunya yah, hayo…ngaku..!


Ya kan, anda juga  masih belum ngerti bahwa orang desa bisa investasi saham di pasar modal.

Oke deh, kalau diantara anda masih ada yang belum percaya, anda boleh mengaku sebagai orang kota deh,…


Misalnya kebetulan anda saat ini menjadi seorang Perangkat desa, Pegawai Negeri Sipil  atau Karyawan di Perusahaan Swasta, Wiraswasta hingga Petani sekalipun. Atau bahkan pegawai kontrak seperti saya yang kebetulan saya adalah Pendamping Desa TPP di  P3MD Kabupaten Ciamis. 


Tapi anda masih berfikiran bahwa dunia pasar modal hanya milik mereka yang punya duit miliaran. Hmm sama saja bukan, jika anda masih beranggapan bahwa orang biasa tidak bisa menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia. 


Maka anda berarti telah menghakimi bahwa Bursa Efek Indonesia hanyalah milik orang orang kalangan atas seperti Sandiaga Uno, Chairul Tanjung, Erik Tohir…dan lain sebagainya.


Oke oke, sampai disini saya tidak akan membuat anda lama-lama menunggu. Baiklah saya akan mencoba menjelaskan satu persatu.


Pasar Modal 

Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. 


Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya. (Indonesia Stock Excange).


Bursa Efek Indonesia

Penyelenggara pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia. Yang merupakan penggabungan dari Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.


Saham

Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau  pihak (badan usaha ) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan memiliki saham maka seseorang atau pihak (badan usaha) tersebut dapat di artikan sebagai pemilik perusahaan. 


Investor

Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi go public (terbuka). 


Emiten

Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum, yakni perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia atau biasa di kenal dengan perusahaan go public / sudah IPO (initial public offering) atau perusahaan terbuka. Contoh: PT Unilever Indonesia Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Telkom Tbk, dan lain sebagainya di Bursa Efek Indonesia terdaftar sebanyak 700 Emiten.

 

Pialang (Broker)

Perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor) dalam jual beli efek.


Keuntungan Saham bagi investor

Investor dengan memiliki saham berhak mendapatkan keuntungan:

1. Berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2. Berhak mendapatkan Deviden. Deviden adalah pembagian keuntungan perusahaan yang di berikan kepada pemilik saham.

3. Berhak mendapatkan Capital Gain. Capital Gain adalah selisih harga beli dan jual saham. Misalnya investor beli saham seharga Rp. 1000 lalu di jual lagi saat harga saham menjadi Rp 1500. Maka investor mendapatkan capital gain sebanyak Rp 500 dalam setiap saham yang di jualnya tersebut.   


Sampai disini mungkin anda mulai mengerti dan paham bahwa investor ndeso adalah orang desa yang berinvestasi saham di Bursa Efek Indonesia. 


Lalu ada lagi yang menjadi beban di pikiran anda?

Ya tentu masih ada lagi pertanyaan….ini aman tidak? 


Nah disinilah maksud dan tujuan penulis, memperkenalkan dunia investasi saham kepada anda. Bahwa selama ini masyarakat Indonesia sudah sangat banyak yang menjadi korban investasi bodong, jujur deh saya salah satunya.


Atau bisa jadi anda juga pernah merasakan pahitnya menjadi korban investasi bodong, hmmm emang ada gitu investasi bodong…?


Ya ada korbannya sampai ribuan, total uang yang berhasil di keruk dari masyarakat mencapai 45 Triliun. Contohnya kasus Pandawa, First Travel, Memiles dan lain sebagainya, selama yang Namanya ngaku-ngaku investasi tapi tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jangan harap keamanannya terjamin. 


Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Adalah Lembaga yang mengawasi seluruh aktivitas di pasar modal. 

Oke deh sebelum saya memberitahu hal-hal lain yang bikin anda makin penasaran. Saya kasih satu informasi penting yang pasti bisa bikin anda kaget.


Berapa sih modal yang harus di keluarkan kalau kita mau investasi saham?


(Silahkan lanjutkan di bagian kedua dari tulisan ini...bersambung).






















 








 






















 







TerPopuler