Belajar Manajemen Keuangan dari Li Ka Sing

Belajar Manajemen Keuangan dari Li Ka Sing

Selasa, 13 Oktober 2020, Oktober 13, 2020
                                                   (Sumber fhoto:Wikipedia.com)
Siapa itu Li Ka Sing ? 

Baiklah sebelum berbicara soal manajemen keuangan terlebih dahulu saya akan mengulas sedikit tentang seorang Li Ka Sing. Li Ka Sing adalah orang terkaya di Asia terlebih di masa pandemic seperti saat ini. Melambungnya saham aplikasi zoom ternyata juga turut melambungkan pundi pundi kekayaan Li Ka Sing. 

Dimana Li memiliki 8,5% saham aplikasi zoom yang nilainya setara dengan 11 Miliar Dollar. Hmm coba aja berapa rupiah kalau di kali dengan 1U$$= Rp.14 000, hitung aja sendiri yah kalkulator saya kayaknya tidak cukup haha. 

Itu baru sepertiganya yah dari jumlah kekayaan li secara keseluruhan. Itulah seorang Li Ka Sing masa kini. 

Lantas masa lalunya seperti apa? 

Li Kecil adalah anak miskin yang berasal dari China ia di besarkan oleh pamannya, pada usia 15 tahun sudah menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Pada tahun 1950 an perusahaanya berkembang sangat pesat hingga menjelma menjadi perusahaan berskala internasional. 

Baiklah sekarang giliran kita belajar mengenai manajemen keuangan yang ia lakukan hingga begitu sukses di usia tuannya. Untuk mewujudkan mimpinya Li mempunyai pola manajemen keuangan yang sangat baik dan luar biasa, uangnya di bagi menjadi lima (5): 

Pertama, Ia menyisihkan 30 % untuk biaya hidup.Hal ini sudah termasuk biaya makan dan biaya hidup yang lainnya. Contoh untuk membeli makan, membeli peralalatan mandi, mencuci, kosmetik bagi perempuan. Usahakan 30% pendapatan itu cukup untuk mencukupi kebutuhan tersebut agar tidak mengambil anggaran lain. 

Kedua, Ia menyisihkan 25% untuk anggaran investasi. Investasi merupakan hal yang penting karena hari esok tak lepas dari investasi yang kita lakukan hari ini. Jangan disimpan di bank karena nilai mata uang lama-kelamaan akan termakan inflasi. 

Ketiga, ia menyisihkan 20% untuk anggaran sosial. Anggaran sosial ini biasanya digunakan untuk mentraktir teman, biaya pulsa, hadiah dan biaya sosial yang lain. Jika memang tidak mendesak dikeluarkan maka jangan dikeluarkan agar bisa dialokasikan ke anggran yang lain jika ternyata terjadi kekurangan. 

Keempat, ia menyisihkan 15% untuk pengembangan diri. Buat alokasi 15% untuk mengikuti seminar, pelatihan, workshop atau membeli buku untuk dapat meningkatkan kemampuan dan dapat meningkatkan kualitas diri. Tak ada ruginya membekali diri dengan pengetahuan yang bermakna dan penting. 

Kelima, ia menyisihkan 10% untuk pergi liburan. Liburan merupakan hal yang perlu dikelola dengan baik. Jika memang merencanakan untuk liburan dengan biaya yang besar usahakan untuk mengumpulkan anggran ditiap bulannya agar dapat terkumpul dana yang cukup untuk liburan sesuai rencana. 

Mungkinkah kita bisa meniru pola manajemen keuangan yang Li Ka Sing jalani tersebut. Harus bisa dan mau, kalau kita pengin bisa sukses seperti beliau. Karena pada dasarnya keberhasilan seorang investor bukan terletak pada besarnya modal. Karena proses menjadi kaya lebih mudah ketimbang proses mempertahankan kekayaanya itu sendiri. 

Buktinya, Mike Tyson dan Michael Jackson. Mereka kaya raya ketika masih berkarir sebagai petinju dan penyanyi dengan bayaran yang fantastis. Tapi kenyataanya mereka jatuh miskin kembali karena tidak bisa mengatur keuangannya. 

Disinilah penting nya kita belajar tentang manajemen keuangan. Jika kita bisa meniru pola yang sudah di jalani oleh Li Ka Sing tadi. Bukan tidak mungkin kita pun bisa merasakan sebagai orang kaya yang makin kaya di tahun tahun berikutnya. 

Belajar dari mana saja kan boleh selama itu adalah hal yang positif, kita hanya perlu sedikit menyesuaikan dengan kondisi kita. Kalau kata motivator mah ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). 

Kebetulan saya mungkin baru dua bulan ini mengenal metode tersebut, dan langsung saya coba terapkan dalam kehidupan saya pribadi. Alhamdulillah, sebagai pemula yang baru mengenal dunia saham. Saya merasa dengan pola itu langsung terasa adanya perbedaan dengan saya yang tiga bulan sebelumnya. 

Paling tidak saya bisa menyisihkan untuk investasi itu yang paling utama. Karena modal utama dalam investasi saham bukanlah modal dengan angka yang besar. Tapi disinilah titik yang paling pentingnya. Kita bisa mengendalikan alur keuangan kita sendiri. Setidaknya ini salah satu poin yang saya dapat dari bukunya Andika Sutoro Putra. Milioner muda yang sudah merasakan bebas finansial di usia 19 tahun. 

Sahabat untung yang saya banggakan, anda hanya perlu sedikit memodifikasi dari pola Li Ka Sing tadi yah. Misalnya seperti berikut. 

Pertama, jika kondisi kita berada pada titik yang lebih rumit dari Li Ka Sing saat ini. Mak kita ambil tingginya misalnya 40 % untuk kebutuhan biaya hidup. Kesederhanaan adalah salah satu langkah yang harus dimiliki seorang investor.

Kedua, investasi tetap mengikuti pola Li dengan 25%. Investasi ini kita fokuskan untuk membeli saham yang profit. Komitmen menyisihkan investasi harus terus di jalankan.

Ketiga, anggaran sosial kita bisa sedikit kurangi menjadi 15 %. Sebab yang 5 % kita alihkan untuk kebutuhan pokok. Nah kita sebagai orang muslim anggaran ini kita sisihkan untuk sederkah dan sosial supaya riski kita berlipat. 

Keempat, anggaran pengembangan diri tetap diangka 15%. Hal ini tidak berubah sebab ini adalah inti dari investasi pribadi kita yang utama. Paling tidak anggaran kuota internet yang kita keluarkan untuk seminar online, membeli buku, pelatihan dan lain sebagainya adalah semata mata memantaskan otak kita agar memiliki mindset yang pantas menjadi orang kaya. 

Kelima, anggaran liburan kita bisa kurangi menjadi 5%. Sebab yang 5% kita alihkan ke kebutuhan pokok biaya hidup tadi. Selain itu memang yang namanya liburan di Indonesia kemungkinan masih terjangkau tidak harus ke luar negeri. 

Pola ini tidak kaku dan bisa di sesuaikan dengan kondisi terkini, tidak menutup kemungkinan jika kita sudah pada level tertentu poin ke lima bisa lebih besar dari poin ke ketiga. Yang penting pola pembagian ini tetap konsisten. 

Selamat berjuang, oya saya ingat kata Bill Gate “ Jangan salahkan saya kalau saya lahir dalam keadaan miskin. Tapi, saya akan merasa bersalah apabila saya mati dalam keadaan miskin”.

Sebagai penutup, ada kesamaan diantara semua orang-orang yang menjadi orang terkaya di dunia. Bagimana mereka menjalaninya prinsip mereka dengan 3 kata kunci, yakni Komitmen, Disiplin dan Konsisten. Ikutilah jalan mereka jika ingin seperti mereka.

TerPopuler