KENANGAN MENGIKUTI TOT SIPBM 2018 DI YOGYAKARTA

KENANGAN MENGIKUTI TOT SIPBM 2018 DI YOGYAKARTA

Sabtu, 17 Oktober 2020, Oktober 17, 2020


 

Sedikit memori ini menyadarkan saya akan sebuah waktu yang memang tidak bisa kita beli.


                                                                                                         الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ


alwaqtu atsmanu minadz dzahabi

(Waktu itu lebih berharga daripada emas).


Apakah benar waktu lebih mahal daripada emas? Bisa iya bisa juga tidak, jika ditinjau memang lebih mahal maka waktu yang telah lewat tidak dapat dibeli lagi untuk kembali dengan apapun meskipun oleh semua emas yang ada di dunia ini.


Salah satu orang terkaya di dunia mengatakan bahwa anda dapat membeli apapun kecuali waktu, dari situ berlaku bahwa pepatah waktu lebih berharga daripada emas memang benar.


Jadi bukan lah pepatah lain yang mengatakan Time Is Money, pepatah itu ternyata sudah tidak relevan lagi.


Sebab yang tepat bukan lagi kita habiskan waktu untuk mencari uang. Waktu jauh lebih berharga dari uang.  


Money can buy a watch, but not the time, uang dapat membeli jam tangan (yang sangat mahal sekalipun) akan tetapi bukanlah (uang tidak dapat untuk membeli) waktu.


Berikut ini hanya sedikit kenangan yang tersimpan di handphone saya, 23-26 oktober 2018 di Hotel Indoluxe Jogyakarta. Ketika mengikuti TOT SIPBM yang di selenggarakan oleh Kemendesa PDT dan UNICEF.

Meski sedikit tapi sangat berarti, betapa tidak?

23-26 Oktober 2018 : Penuh keceriaan tinggal di Hotel Bintang 4 dengan Kolam tertinggi di Kota Jogya.


23-26 Oktober 2019 : Penuh kesedihan tinggal di Rumah Sakit Dr Margono Purwokerto, hari -hari panjang menunggu istri cuci darah hingga akhirnya beliau meninggal dunia pada tanggal 1 November 2019.



23-26 Oktober 2020 : Meski di batasi ruang gerak oleh wabah covid 19, harus tetap bersyukur bisa kembali ceria meski dengan keterbatasan yang ada. 


23-26 Oktober 2021  : Semoga masih di beri umur panjang untuk bisa ketemu lagi di lain kesempatan... 







Sekilas SIPBM 

Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah sistem informasi yang dikembangkan untuk membantu peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun dalam pelaporannya


Tujuan SIPBM

Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) ditujukan untuk membangun pangkalan data dan informasi pembangunan yang bersifat mikro (by name by address) dalam rangka membantu peningkatan kinerja pembangunan dan kemandirian masyarakat untuk menuntaskan dan mencari solusi pembangunan yang ada di wilayahnya.

SIPBM merupakan suatu program pendataan berbasiskan sensus yang akan mendatangi rumah per rumah dalam kategori Kepala Keluarga (KK). Sehingga apabila dalam suatu rumah terdapat 2 atau 3 KK maka 2 atau 3 KK itu akan didata secara terpisah.

Data SIPBM yang di isian Instrumen Keluarga (IK) sangat komplit yang meliputi keterangan kepala keluarga, perumahan, sanitasi dan penerangan, kesehatan, fasilitas pendidikan, pengeluaran keluarga dan data lengkap keluarga. Sangat membantu program-program desa karena semua lengkap nama dan alamatnya (by name by addres). Maka jika desa ada program jamban sehat maka SIPBM jadi rujukan datanya.

Manfaat SIPBM
Desa akan mempunyai data-data yang berkaitan dengan :

1. Jumlah penduduk secara terpilah
2. Anak usia sekolah (berdasarkan kelompok usia, 7 12 tahun, tahun, tahun)
3. Jumlah anak usia dini ( 0-6 tahun) yang terlayani maupun belum
4. Anak putus sekolah
5. Anak/penduduk belum pernah sekolah (10-11 tahun)
6. Anak lulus tidak lanjut
7. Alasan tidak sekolah, lulus tidak lanjut
8. Lokasi anak putus sekolah
9. Angka Partisipasi Kasar
10. Buta aksara latin dan aksara arab
11. Jumlah kepala keluarga dan pekerjaan
12. Pengeluaran keluarga
13. Garam beryodium
14. Akte kelahiran
15. Pekerja Anak
16. Pendidikan Kepala Keluarga
17. Jarak sekolah dengan rumah
18. Sarana perdagangan terdekat
19. Agama
20. Penyandang cacat
21. Pernikahan dini
22. Jamban dan sanitasi
23. Fasilitas air bersih dan listrik
24. Kondisi sarana jalan
25. Kondisi rumah dan kepemilikan

Nantinya data SIPBM akan dijadikan rujukan utama dalam proses RPJMDes dan RKPDes, karena komplit by name by addres di SIPBM ini. SIPBM mampu menjadi salah satu sumber utama dalam proses penyusunan sistem perencanaan pembangunan desa. Begitu juga ketika pemerintah desa membutuhkan data jumlah anak putus sekolah dsb maka data tersebut sudah ada di SIPBM.


TerPopuler